Day 1
Hai Readers... Untuk turut menyemarakan 7 Hari Tantangan Menulis Basabasi Store, saya akan mengulas 3 film favorit versi saya..
1. Train To Busan ( 2016 )
Train To Busan adalah film Horor berkonsep zombie asal Korea yang disutradarai oleh Yeon Sang-Ho yang dibintangi oleh aktor tampan Gong Yoo , aktris cilik Kim Su-an, Jung Yu-Mi, dan Ma Dong-Seok, serta masih banyak artis lainnya.
Train To Busan menceritakan tentang Su-an ( Kim Su-an ), anak perempuan korban broken home yang ingin bertemu ibunya. Su-an pun berangkat ke Busan untuk bertemu sang ibu bersama ayahnya, Seok Woo ( Gong Yoo ) dengan KTX ( kereta cepat Korea). Di stasiun, seorang wanita dengan luka di kakinya pun masuk tanpa sepengetahuan penjaga. Ia pun kesakitan dan pincang, tak disangka wanita tersebut pun berubah menjadi zombie yang sangat mengerikan. Bahkan, wanita tersebut pun menyerang dan menggigit pramugari yang hendak menolongnya. Sejak itu, wanita tersebut menginfeksi banyak penumpang di kereta.
Masinis mengumumkan bahwa kereta akan berhenti di Daejeon, yang katanya para tentara telah siaga untuk menolong mereka. Namun, ketika tiba di stasiun Daejeon, keadaan stasiun sepi dan tidak ada orang sama sekali. Ketika menyadari bahwa seluruh tentara telah menjadi zombie, mereka berusaha masuk kembali ke kereta api tersebut dan menuju Busan, tempat yang diketahui masih bebas dari penyebaran virus.
Dalam perjalanan, Seok Woo dan juga Su-an telah mengalami beberapa peristiwa mengejutkan. Mereka bersama penumpang yang masih bersih dari virus pun berjuang untuk selamat dari serangan zombie yang semakin membabi buta.
Konsep zombie yang diambil memang sudah klise. Tetapi jalan cerita memang benar-benar segar. Adegan percintaan antara remaja tim bisbol, adegan mesra antara suami kepada istrinya yang sedang hamil, adegan seorang glandangan yang bersembunyi di toilet kereta, adegan antara bapak dan anak, semua melebur jadi satu cerita dan saling berhubungan.
Sutradara sukses membuat perasaan penonton carut marut. Cemas, takut, panik, sedih beradu bersamaan bahkan sampai tak tahan ingin menjerit. Kesan horror thrillernya begitu terasa, apalagi dibumbui dengan adegan laga. Hmm....
Oke. Saya tidak ingin spoiler.. Bagi yang penasaran tonton saja.. Dijamin deh gak bakal kecewa..
2. Tanah Surga Katanya ( 2012 )
Tanah Surga Katanya adalah film drama Indonesia yang disutradarai oleh Herwin Novianto.
Menceritakan tentang kehidupan Salman ( Aji Santosa ) dan Salina ( Tissa Biani ) kakak beradik yang hidup bersama sang kakek, Hasyim ( Fuad Idris ) yang merupakan seorang mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965. Mereka hidup dengan kesederhanaan di daerah perbatasan antara Kalimantan dan Serawak. Ibu mereka telah meninggal dan sang ayah menikah lagi dengan warga Malaysia.
Film ini menggambarkan kisah nyata tentang kehidupan warga Indonesia di daerah perbatasan. Mereka tidak dapat bekerja ke kota di Indonesia, namun berdagang di pasar yang ada di Malaysia. Bahkan mereka menggunakan uang ringgit untuk bertransaksi sehari-hari. Yang paling memilukan adalah pendidikan yang sangat kurang. Dua kelas dengan tingkat yang berbeda pun digabung menjadi satu dengan mata pelajaran yang sama. Kondisi sekolah pun begitu mengenaskan, lantai kayu yang keropos, kursi meja yang usang. Bahkan saat disuruh menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh dokter pendatang ( Ringgo Agus Rahman ) mereka malah menyanyikan lagu Kolam Susu, mereka selama ini tidak tahu apa itu Indonesia Raya. Yang mereka tahu hanyalah bahwa mereka lahir dan hidup di Kalimantan yang merupakan bagian dari sebuah negara yaitu Indonesia.
Di tengah cerita beragam adegan sedih sedihan pun muncul :'( . Dimulai saat Salina dijemput sang ayah untuk hidup lebih layak di Malaysia, kakek yang sakit parah, perjuangan Salman mencari uang untuk biaya pengobatan kakek. Bahkan saat Salman menjual kerajinan tangannya di pasar Malaysia, ia melihat pedagang menggunakan kain bendera merah putih lusuh sebagai alas dagangan, Salman pun menggunakan uangnya untuk membelikan 2 kain sarung, 1 untuk kakeknya, 1 untuk ditukar dengan bendera lusuh tersebut. Kemudian ia berlari sembari mengibarkan bendera di sepanjang jalan.
Film ini sangat menarik dan menjadi kritik bagi kita semua. Di era yang modern ini banyak warga Indonesia yang bahkan belum pernah merasakan dunia modern. Bahkan kita malah hidup bahagia tanpa memikirkan bagaimana menderitanya saudara kita :'(
Over all. Film ini sangat menarik. Karena benar-benar pure dari kehidupan yang sebenarnya. Yang menambah poin kemenarikannya lagi adalah lokasi syuting yang benar benar di lokasi yang diceritakan, Kalimantan Barat. Lebih tepatnya di perbatasan Serawak-Kalimantan. Semoga kedepannya Indonesia dapat melahirkan film-film yang sarat amanat seperti ini ๐
3. Timeline ( 2014 )
Timeline adalah film drama Thailand yang disutradarai oleh Nonzee Nimibutr.
Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Tan ( Jirayu Tangsrisuk ) yang hidup bersama ibunya sejak kecil. Ayahnya telah meninggal saat ia masih berada dalam kandungan.
Beranjak dewasa, Tan yang diharapkan dapat meneruskan pertanian ibunya yang telah dirintis sejak lama, malah mendaftar kuliah di Bangkok di jurusan Seni Rupa dan Desain tanpa sepengetahuan sang ibu.
Ia pun berangkat ke Bangkok dan tinggal bersama temannya. Buruknya, teman satu kost nya malah mengajarinya aneh-aneh. Mabuk-mabukan di diskotik, bergonta-ganti pacar, dan hidup konsumtif. Meskipun begitu, Tan masih selalu berkomunikasi dengan ibunya. Nah di sinilah sisi film ini yang saya sukai. Benar-benar menceritakan tentang kehidupan anak sekarang. Apalagi anak yang dulunya alim setelah merantau jadi terpengaruh dengan teman :')
Tan pun bertemu dengan June ( Jarinporn Joonkiat ) teman sekampusnya saat sama-sama telat dalam Ospek. Mereka menjadi teman dekat dan sering menghabiskan waktu bersama. June diam-diam mencintai Tan. Namun rupanya cintanya bertepuk sebelah tangan. Tan menyukai Orn, kakak tingkat yang juga sepupu June. Orn cantik dan semampai, ia adalah anak perfilman. Tan pun berubah menjadi lebih keren semenjak mendekati Orn. Mungkin ini plot cinta segitiga yang sering kita jumpai di film lain. Tetapi di Timeline ini feelnya dapat banget๐ berasa kepengin cakar-cakar layar laptop.
Bahkan saat Orn mempunyai proyek film, Tan pun bersedia menyediakan rumahnya sebagai penginapan untuk pengambilan syuting dan memberikan fasilitas makan gratis, padahal kala itu bisnis pertanian ibunya sedang terancam bangkrut dan habis-habisan. Nah ini nih scene pemandangan desa yang sangat indah..
June pun menjadi terlupakan, Tan lebih memprioritaskan Orn. Dan suatu harii terjadilah tragedi yang sangat melukai hati Tan. Apa yang terjadi? Tonton filmnya. Heheh..
Singkat kata.. Singkat cerita.. Sekian post kali ini. Semoga dapat sedikit menambah pengetahuan... Thank you for reading ๐


